ket foto : Bupati Barito Utara, H Nadalsyah didampingi Sekda Drs Muhlis berjabat tangan dengan anggota DPRD Barito Utara usai sidang paripurna, Selasa 11 Oktober 2022.(foto: Dhani)

Lintaskabar24, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H Nadalsyah menyerahkan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Barito Utara Tahun Anggaran (TA) 2023 pada Rapat Paripurna DPRD, Selasa 11 Oktober 2022.

Pada rancangan itu, telah disusun rincian pendapatan dan belanja daerah dengan nilai Rp 1,9 triliun, guna mengakomodir dan membiayai prioritas pembangunan tahun 2023.

“APBD tahun anggaran 2023 direncanakan seimbang antara pendapatan daerah dan belanja daerah, tidak ada defisit/surplus anggaran,” ungkap Bupati Barito Utara, H Nadalsyah.

Rancangan tersebut menurut Bupati, disesuaikan antara sumber daya daerah dengan prioritas pembangunan yang diinginkan sebagai suatu proses penentuan masa depan Kabupaten Barito Utara.

Disampaikan Nadalsyah, rancangan KUA PPAS Kabupaten Barito Utara tahun anggaran 2023 disusun mengacu pada visi dan misi pembangunan daerah 2018-2023 yang bertumpu pada percepatan pembangunan daerah Barito Utara sebagai landasan pencapaian agenda pembangunan daerah dan disinergikan dengan prioritas pembangunan provinsi dan nasional.

“Prioritas pembangunan yakni infrastruktur dan energi, pendidikan dan kesehatan, peningkatan ekonomi masyarakat, sosial budaya pariwisata dan lingkungan hidup, dan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintah yang baik,” kata Bupati.

Dikatakannya, dalam penyusunan APBD tahun anggaran 2023 sebagaimana tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) adalah Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.

Maka, kata Nadalsyah, Pemkab Barito Utara dalam menyusun anggaran belanja harus mendukung target capaian prioritas pembangunan nasional tahun 2023 sesuai dengan kewenangan masing-masing, mendanai pelaksanaan urusan Pemerintah Daerah yang menjadi kewenangan daerah dan kemampuan pendapatan daerah.

“Serta dalam rangka penanganan Covid-19 dan dampaknya terutama penerapan tatanan normal baru, produktif dan aman Covid-19 di berbagai aspek kehidupan. Baik aspek pemerintahan, kesehatan, sosial dan ekonomi,” jelas bupati yang akrab disapa H Koyem ini.(Dhani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here