Ket foto : Kepala Dinas PUPR M Iman Topik bersama Sekdis PUPR, Kabid Bina Marga serta masyarakat saat turun ke lokasi jembatan ambruk yang menghubungkan Simpang Kara Malawaken – Lahei 1, Selasa 11 Oktober 2022.(foto: Dhani)

Lintaskabar24, Muara Teweh – Pada Senin malam, 10 Oktober 2022, jembatan penghubung Desa Malawaken menuju Lahei I ambruk akibat erosi yang terjadi di sepanjang kiri dan kanan jembatan.

Dalam beberapa hari terakhir sering terjadi hujan yang cukup deras, sehingga menyebabkan intensitas aliran air meningkat, termasuk di jalur air dibawah jembatan penghubung tersebut.

Dengan air yang cukup deras, menyebabkan tanah penyangga jembatan tersebut tergerus air hingga terjadi erosi.

Ambruknya jembatan tersebut mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu dan akses menuju desa Lahei I dari arah Malawaken terputus, begitu pula sebaliknya.

Mendapat laporan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, M Iman Topik beserta jajarannya langsung turun lapangan melihat kondisi jembatan tersebut.

“Saat ini kita berkoordinasi dengan bidang Alkal dan Bina Marga untuk mobilisasi alat berat dan pengiriman material ke lokasi,” kata Kadis PUPR M Iman Topik saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa 11 Oktober 2022.

Saat ini, kata dia, pihaknya sudah menurunkan alat berat ke lokasi. Begitu juga dengan material sudah dilakukan pengiriman. Kita upayakan penanganan darurat hari ini juga. Sekarang mobilisasi alat berat dan material sudah dilakukan.

“Kami minta kepada warga masyarakat pengguna jalan tersebut agar bisa bersabar dan doakan saja semoga jalan penghubung ini secepatnya bisa fungsional kembali,” kata M Iman Topik.

Dikatakan Topik, penyebab hingga jembatan tersebut mengalami ambruk, akibat diterjang derasnya air. Sehingga tanah di kiri dan kanan jembatan mengalami erosi.

“Beberapa hari di daerah kita kan hujan lebat termasuk tadi malam, rupanya tanah penyangga di kiri dan kanan jembatan longsor. Dan mengakibatkan jembatan patah lalu ambruk,” kata dia.

Rencana Topik menambahkan sore ini pihaknya, juga menurunkan mini excavator, baja wf 300 bentang 12 m, kepingan lantai baja, alat las dan alat kerja lainnya untuk segera dilakukan penanganan kedaruratan.(Dhani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here