LINTASKABAR24, Muara Teweh – PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) bersama PT Pamapersada Nusantara (PAMA) menggelar puncak Program Pekan Kampung Iklim (Proklim) Trahean 2026 melalui kegiatan SMM-PAMA Berdikari Award 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap Program Kampung Iklim (ProKlim) yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dengan fokus pada penguatan aksi adaptasi, mitigasi, dan kelembagaan masyarakat di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara.

Program Pekan Kampung Iklim Trahean dilaksanakan sejak 20 Juli hingga 8 Agustus 2026. Program ini dirancang tidak hanya sebagai agenda pendukung penilaian Proklim, tetapi sebagai gerakan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Perwakilan PT PAMA, Ibnu menyampaikan, PT SMM-PAMA menempatkan Proklim sebagai ruang kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, kelembagaan masyarakat, dan seluruh warga untuk membangun kebiasaan menjaga lingkungan yang lebih kuat, menyenangkan, dan berkelanjutan.

Sebelumnya, pada 23 Juli 2026, Desa Trahean telah mendapatkan pengecekan lapangan oleh Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah. Pengecekan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penilaian Proklim Utama.

Setelah tahapan tersebut selesai, PT SMM-PAMA bersama Pemerintah Desa Trahean melanjutkan rangkaian kegiatan melalui Pekan Kampung Iklim sebagai bentuk penguatan semangat masyarakat agar aksi lingkungan tidak berhenti hanya pada saat verifikasi.

Desa Trahean merupakan ibu kota Kecamatan Teweh Selatan dan dikenal sebagai salah satu desa dengan karakter rural farming. Mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan pemanfaatan pekarangan.

“Dengan jumlah 439 kepala keluarga dan cakupan wilayah RT 1 sampai RT 9, Desa Trahean memiliki potensi besar untuk mengembangkan aksi lingkungan berbasis masyarakat, terutama melalui pemanfaatan pekarangan, penataan lingkungan, pengurangan sampah, pengelolaan sampah rumah tangga, serta penguatan ketahanan pangan keluarga,” terangnya.

Melalui Program Pekan Kampung Iklim Trahean 2026, PT SMM-PAMA mendorong keterlibatan seluruh masyarakat dalam berbagai kegiatan tata lingkungan. Rangkaian kegiatan tersebut dikemas dalam beberapa perlombaan antar-RT, yaitu Lomba Kebersihan RT, Lomba Pembuatan Taman 3R, Lomba Rumah Sehat Peduli Lingkungan, dan Lomba Aksi Kompak RT.

“Skema perlombaan ini dipilih untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, membangun rasa memiliki terhadap lingkungan, serta menjadikan kegiatan menjaga kebersihan dan mengelola sampah sebagai aktivitas yang menarik dan membanggakan,” jelasnya.

Pada pelaksanaannya, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Warga dari berbagai RT bergerak membersihkan lingkungan, menata pekarangan, membuat taman dari material bekas, melakukan pemilahan sampah, serta memperindah area permukiman. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengaktifkan kembali budaya gotong royong yang selama ini menjadi modal sosial penting di tingkat desa.

Selain penataan lingkungan, program ini juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai konsep 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Pemanfaatan material bekas dalam pembuatan taman 3R menjadi salah satu contoh nyata bahwa sampah dan barang tidak terpakai masih dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dengan kreatif.

Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumber dan mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertib di Desa Trahean.

Program Pekan Kampung Iklim Trahean juga menjadi momentum untuk menguatkan kelembagaan lokal, khususnya PKK, kelompok pengelola sampah, perangkat RT, dan elemen masyarakat lainnya.

Keterlibatan kelembagaan desa menjadi penting agar aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tidak bergantung pada kegiatan sesaat, tetapi dapat masuk ke dalam kebiasaan, agenda, dan sistem sosial masyarakat Desa Trahean.

Puncak kegiatan kemudian dilaksanakan melalui SMM-PAMA Berdikari Award 2026. Melalui kegiatan ini, PT SMM-PAMA memberikan penghargaan kepada RT dan masyarakat yang telah menunjukkan komitmen terbaik dalam menjaga kebersihan, menata lingkungan, membangun taman 3R, menerapkan rumah sehat, serta memperkuat aksi kompak warga.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja nyata masyarakat sekaligus dorongan agar semangat menjaga lingkungan tetap berlanjut setelah kegiatan selesai.

Perwakilan manajemen PT SMM, Abdul Syukur menyampaikan, Pekan Kampung Iklim Trahean merupakan bukti bahwa program CSR pilar lingkungan dapat dilaksanakan dengan pendekatan yang lebih partisipatif dan berdampak langsung.

Perusahaan tidak hanya berperan sebagai pemberi dukungan, tetapi juga sebagai pendamping dan fasilitator agar masyarakat semakin aktif membangun perubahan perilaku lingkungan di tingkat rumah tangga dan RT.

“Kami ingin ProKlim tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan dokumen atau proses penilaian. ProKlim harus menjadi gerakan nyata yang hidup di masyarakat. Melalui Pekan Kampung Iklim dan SMM-PAMA Berdikari Award, kami melihat bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan melibatkan seluruh warga,” ujar Abdul Syukur.

Pemerintah Desa Trahean turut mengapresiasi dukungan PT SMM-PAMA dalam mendorong partisipasi masyarakat. Program ini dinilai mampu membangun semangat baru di tengah warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan, menjaga kebersihan pekarangan, mengurangi sampah, serta memperkuat kebersamaan antar-RT.

Melalui Program Pekan Kampung Iklim Trahean 2026, PT SMM-PAMA berharap kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, kelembagaan masyarakat, dan warga dapat terus berlanjut. Program ini tidak hanya menjadi dukungan terhadap ProKlim, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun Desa Trahean yang lebih bersih, sehat, hijau, produktif, tangguh iklim, dan berkelanjutan.(Theo/LK1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here