
LINTASKABAR24, Muara Teweh – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan obstetri dan neonatal melalui Pelatihan Basic Obstetric Neonatal Emergency Life Support (BONELS) Tahun 2026.
Kegiatan pelatihan bagi tenaga kesehatan di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara tersebut dibuka di Aula Lantai II RSUD Muara Teweh, Sabtu 26 September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Simamoraturahman melalui Pejabat Fungsional Ahli Madya, Abdiansyah saat membuka kegiatan mengatakan kesehatan ibu dan bayi merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan kesehatan.
Menurutnya, kondisi kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dapat terjadi kapan saja sehingga membutuhkan penanganan yang cepat, tepat, terintegrasi dan sesuai kompetensi tenaga kesehatan.
“Dalam situasi kegawatdaruratan, kemampuan tenaga kesehatan untuk melakukan pengenalan dini, stabilisasi, pertolongan awal, serta pengambilan keputusan dan rujukan secara tepat waktu sangat menentukan keselamatan ibu dan bayi,” ujar Abdiansyah saat menyampaikan sambutan Kepala Dinas Kesehatan.
Ia mengatakan, pelatihan BONELS memiliki arti penting dalam meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan, khususnya bidan yang bertugas di puskesmas maupun RSUD Muara Teweh.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh peningkatan pengetahuan, tetapi juga keterampilan, kesiapsiagaan dan kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan obstetri dan neonatal.
“Pelatihan BONELS ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesiapsiagaan dan kepercayaan diri tenaga kesehatan dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan obstetri dan neonatal,” katanya.
Abdiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan fasilitator yang telah bersedia memberikan ilmu, pengalaman dan bimbingan kepada para peserta.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan sehingga pelatihan dapat terlaksana.
Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh serta aktif bertanya, berdiskusi, melakukan praktik dan berbagi pengalaman.
“Manfaatkan pelatihan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan individu sekaligus memperkuat kerja sama tim dalam memberikan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menegaskan, ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Para peserta diminta menerapkan kompetensi tersebut di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing.
“Lakukan berbagi pengetahuan kepada rekan kerja dan terus tingkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kegawatdaruratan obstetri dan neonatal,” pungkasnya.(Ikal/LK1)




