
LINTASKABAR24, Muara Teweh – Direktur Icom Training Center (TC), Petrus Damianus Daswanto, menegaskan bahwa pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya harus berpedoman pada aturan yang berlaku, tetapi juga wajib menjunjung tinggi prinsip efisiensi, transparansi, keadilan, etika dan integritas.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Coaching Clinic Peningkatan Kapasitas Pelaku Pengadaan melalui Strategi Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Penginputan RUP dan SIRUP serta Sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025, di Aula Hayak Tamara Hotel, Jumat 6 November 2026.
Dalam pemaparannya, Petrus mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa merupakan bagian penting dari pengelolaan keuangan negara yang memiliki risiko cukup besar, sehingga membutuhkan perhatian dan pengawasan serius dari seluruh pihak terkait.
Menurutnya, pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu motor penggerak pembangunan sekaligus penunjang utama pelayanan publik. Oleh karena itu, besarnya anggaran yang dikelola harus diimbangi dengan penerapan prinsip, etika dan integritas yang kuat.
“Pengadaan barang dan jasa pada dasarnya berkaitan dengan pengelolaan uang negara. Karena itu, resiko nya cukup besar dan membutuhkan perhatian serius. Kami sangat senang Bapak Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara juga hadir di sini, yang tentunya memiliki komitmen untuk ikut mengawal proses pengadaan barang dan jasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, tanpa penerapan prinsip-prinsip pengadaan yang benar dan integritas yang kuat, tujuan pembangunan tidak akan tercapai sebagaimana yang diharapkan. Karena itu, komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik harus diwujudkan melalui praktik nyata dalam setiap tahapan pengadaan.
Petrus juga menyoroti pentingnya sektor kesehatan dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Menurutnya, Dinas Kesehatan memiliki tanggung jawab besar karena tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut upaya menyelamatkan kehidupan manusia.
“Dinas Kesehatan memiliki peran yang sangat penting karena tugasnya bukan sekadar melaksanakan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut upaya menyelamatkan kehidupan manusia. Oleh sebab itu, sektor kesehatan membutuhkan integritas yang sangat tinggi karena berhubungan langsung dengan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan Coaching Clinic tersebut, para peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai proses pengadaan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga barang diserahterimakan.
Ia berharap seluruh pelaku pengadaan dapat memastikan bahwa setiap barang dan jasa yang dibelanjakan benar-benar sesuai kebutuhan, spesifikasi, harga, waktu pelaksanaan serta pemilihan penyedia yang tepat.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber dari LKPP, Ade Kristianto, serta Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, R. Firmansyah, SH, yang memberikan perspektif terkait tata kelola dan pengawalan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan semakin memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan, profesional, serta berintegritas,” pungkas Petrus.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas para pelaku pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, khususnya Dinas Kesehatan, semakin meningkat sehingga pelaksanaan pengadaan dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.(Theo/LK1)




