LINTASKABAR24, Muara Teweh – Keluhan warga masyarakat terkait tingginya harga elpiji bersubsidi atau LPG tabung 3 kilogram mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Barito Utara, Karianto Saman.
Dimana dirinya mengatakan bahwa Pemkab Barito Utara telah melakukan upaya penerapan HET LPG bersubsidi 3 Kg di masyarakat.
“Sesuai dengan surat edaran Keputusan Bupati Barito Utara sudah jelas daftar harga di masyarakat masing-masing tiap wilayah kecamatan,” terang Karianto, Kamis 23 Februari 2023.
Dikatakannya ada beberapa warga masyarakat dari beberapa desa menyampaikan keluhan bahwa di desanya harga tabung gas 3 KG bersubsidi masih mahal dengan harga diatas Rp 45.000,-/tabung LPG 3 Kg bahkan lebih, bayangkan harganya jauh berlipat-lipat sampai ke desa.
“Padahal kita mengetahui bahwa HET dari Pertamina ke agen cuma Rp 20.000,-/tabung LPG 3 Kg kemudian dari agen ke pangkalan ditiap Kecamatan di Kabupaten Barito Utara dari HET dari Rp 21.000,- sampai Rp 27.000,-/tabung LPG 3 Kg yang seharusnya dari setiap pangkalan di tiap wilayah desa di tiap kecamatan hanya menjual LPG 3 Kg dengan HET dari Rp 24.000,- sampai Rp 30.000,-/tabung LPG 3 Kg,” kata Karianto Saman anggota DPRD dari Partai PDI Perjuangan ini.
Anggota DPRD Barito Utara ini miris dengan keadaan kebutuhan pokok warga masyarakat terkait LPG 3 Kg yang bersubsidi ini dimainkan harganya oleh oknum-oknum yang mengambil keuntungan, sementara warga masyarakat sedang kesusahan karena bukan saja harga LPG yang menjadi beban tetapi juga harga bahan pokok lainnya.
“Kita berharap kepada semua instansi terkait yang berwenang dalam hal ini agar melakukan pengawasan dalam pendistribusian LPG 3 Kg bersubsidi ini agar HET yang sampai ke masyarakat benar-benar sesuai dengan surat Keputusan Bupati Barito Utara,” tegasnya.
Ketua Komisi II DPRD Barito Utara ini tidak lupa menghimbau kepada warga apabila ada menemukan kejanggalan terkait LPG 3 Kg bersubsidi agar segera melaporkan ke pihak instansi terkait supaya bisa mencegah dan menanggulangi motif praktek-praktek nakal baik agen maupun pangkalan.
“Kepada warga masyarakat di daerah ini jangan takut kalau ada menemukan praktek-praktek nakal terkait LPG 3 Kg yang menjual harga diatas HET, intinya kembali ke kesadaran biar harga tabung gas Melon bisa standar sesuai aturan Pemerintah,” kata Karianto.
Walaupun di dalam Kota Muara Teweh sedang diterapkan Pemerintah Daerah harga jual LPG 3 Kg harus sesuai HET Rp 24.000,-/tabung dengan menggunakan kartu yang dibagi setiap RT, namun faktanya masih ada warga yang tidak mendapatkan kartu sehingga terpaksa membeli tabung LPG 3 Kg Rp 40.000,-.
Seorang warga Muara Teweh tidak ingin naanya dipublikasikan mengatakan, percuma di data bahkan kita kumpulkan KTP dan KK kalau cuma ada harganya tetapi kita tetap membeli tabung dengan harga diatas HET.
“Sampai dunia kiamat harga LPG 3 Kg di Barito Utara tak akan bisa sesuai dengan HET, apabila tidak ada sanksi tegas dari Pemerintah terhadap agen maupun pangkalan yang nakal,” ucapnya kesal karena baru saja membeli LPG 3 Kg seharga Rp 45.000,-/tabung.(Theo/LK1)





