LINTASKABAR24, Muara Teweh – Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, Parmana Setiawan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara atas penghargaan sebagai kabupaten bebas frambusia dari Kementerian Kesehatan Republic Indonesia.
Parmana menilai, bahwa pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan dan instansi lainnya dibawah kepemimpinan Bupati Barito Utara, H Nadalsyah dan Wakil Bupati Sugianto Panala Putra sangat baik.
Dimana, kata dia, terlihat di masyarakat terjadi peningkatan kualitas kesehatan dan pembangunan kesehatan lainnya. “Tentunya hal tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan kedepannya.
Namun, semua itu juga terdapat peranan masyarakat yang dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam menanggulangi penyebaran penyakit serta menjaga kesehatan di situasi apapun, sehingga penyebaran penyakit frambusia tidak terjadi di Kabupaten Barito Utara.
Diketahui, lanjut dia, frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri treponema pallidum pertenue, biasanya terjadi di negara wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk, seperti Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Oceania.
Frambusia termasuk ke dalam penyakit Neglected Tropical Diseases (NTDs) selain kusta, filariasis, schistosomiasis, dan cacingan.
Seperti yang dikatakan Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin, bahwa saat ini NTDs terdapat 20 di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, 5 di antaranya ada di Indonesia dengan ditambah satu penyakit rabies.
NTDs ini menular, penyebabnya sama seperti yang menyebabkan penyakit menular di Indonesia itu patogen. Patogen terdiri dari empat kriteria, yakni bakteri, virus, parasit dan jamur.
“Untuk menghadapi penyakit ini dapat dilakukan dengan empat upaya, yakni dengan menjaga protokol kesehatan, surveilans aktif, vaksin dan melalui perawatan atau obat-obatan,” ungkapnya.(Theo/LK1)





