
LINTASKABAR24, Muara Teweh – Mengacu pada Status Tanggap Darurat Banjir yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara terhitung sejak 19 Januari 2024 sampai dengan 1 Februari 2024, Pemkab melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) setempat melaksanakan optimalisasi teknologi melalui Network Operation Center (NOC).
Kepala Dinas Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Barito Utara, HM Ikhsan mengatakan, tim NOC Diskominfosandi Barito Utara mengoptimalkan potensi teknologi melalui NOC diantaranya adalah aktivasi videotron 24 jam selama masa tanggap darurat.
Dikatakan Kadis Kominfosandi, optimalisasi sementara Smart Announcer System ini dibeberapa titik potensial, kepekaan pembuatan konten visual melalui media videotron dan konten audio melalui Smart Announcer System dan aktivasi temporer kamera pemantau ketinggian debit air sungai di Jembatan KH Hasan Basri untuk Live Streaming.
“Kita saling berkolaborasi untuk menyampaikan informasi kondisi saat ini dan beberapa hari ke depan, terkait kejadian, penanganan, dan status bencana banjir yang terjadi oleh Pemkab, Dinas LS, tim Tanggap Darurat, atau bahkan peninjauan oleh pemerintah pusat dari Kementerian PUPR yang hari ini sedang meluncur dari Palangkaraya ke Muara Teweh,” kata M Iksan, Minggu 21 Januari 2024.
Menurut dia, melalui optimalisasi teknologi NOC ini tugas kita di Dinas Kominfosandi adalah mengharmonisasikan informasi, sehingga kegiatan penanganan korban, maupun terdampak bencana banjir pada masa tanggap darurat bencana di daerah ini bisa terinformasikan dengan baik.
“Selain itu, dapat tersaji berita dan informasi yang harmonis, seimbang, aman dan nyaman bagi masyarakat dan pemerintah.(Theo/LK1)




