Ket foto : Staf Ahli Bupati drg Dwi Agus Setijowati, Kadis Pendidikan Syahmiludin A Surapati, Camat Teweh Timur, Drs Walter, Kadis Kesehatan Pariadi dan Kades Benangin II Dandi menandatangani berita acara kegiatan Musrenbang Kecamatan Teweh Timur.(foto: Theo)

LINTASKABAR24, Muara Teweh – Pj Bupati Barito Utara telah mencurahkan segala perhatian, pikiran, tenaga, dan waktu untuk melakukan musyawarah dan diskusi mengenai prioritas program dan kegiatan di Kecamatan Teweh Timur yang akan kita usulkan untuk diakomodir pada tahun anggaran 2025.

“Alhamdulillah serangkaian kesepakatan dan komitmen bersama telah kita dapatkan satu proses kegiatan perencanaan telah kita tunaikan, dari beberapa tahapan penyusunan anggaran yang perlu ditindaklanjuti dan diformulasikan ke dalam Rencana Kerja (Renja) oleh perangkat daerah, untuk dibahas dalam Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang Kabupaten Barito Utara,” kata Asisten Sekda, H Gazali.

Dikatakannya, bahwa dengan kemampuan anggaran yang terbatas, nantinya tidak semua usulan kegiatan mampu dilaksanakan dengan segera. Kiranya perlu dilakukan review kembali prioritas kegiatan yang telah disepakati, dengan menetapkan skala prioritas yang mengarah kepada penyelesaian akar permasalahan, berdampak luas dan nyata, mendesak untuk segera dilaksanakan, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak.

“Untuk itu diperlukan peran aktif para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mencari peluang sumber pembiayaan diluar APBD Kabupaten, yaitu melalui dana APBD Provinsi maupun APBN serta sumber-sumber pembiayaan lainnya yang sah,” kata dia.

Disamping itu juga, jelasnya, perlu dilakukan evaluasi internal terhadap kegiatan pada perangkat daerah masing-masing, jika kegiatan tersebut tidak terlalu penting dan kurang berpihak pada masyarakat. Maka kegiatan tersebut tidak perlu lagi dianggarkan pada tahun 2025.

Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati melalui Asisten mengingatkan kembali bahwa tugas kita dari tahun ke tahun tidaklah semakin ringan, melainkan penuh tantangan dan hambatan, baik dari segi keterbatasan anggaran, peraturan yang semakin ketat, maupun dari tuntutan masyarakat dan kelompok-kelompok masyarakat yang semakin kritis.

Sebagai aparatur pemerintah daerah, kita dituntut harus sanggup menghadapi segala tantangan dan hambatan tersebut dengan bekerja cerdas tanpa melupakan kerja keras dan selalu berpijak pada segala peraturan atau ketentuan yang berlaku.

“Untuk itu, marilah kita luruskan niat bahwa apa yang kita lakukan semata-mata demi mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Barito Utara yang kita banggakan,” ungkapnya.(Theo/LK1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here