Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Sastra Jaya.(foto: Theo)

LINTASKABAR24, Muara Teweh – Kalangan DPRD Kabupaten Barito Utara mengapresiasi Pemkab Barito Utara yang telah menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI) pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2024.

“Saya sangat mengapresiasi atas capaian kinerja jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang telah menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Kemendikbud Ristek RI dan diterima langsung oleh Pj Bupati dan Kadisdik Barito Utara,” kata Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Sastra Jaya, Jumat 26 April 2024.

Piagam penghargaan tersebut, kata Sastra Jaya, atas kesungguhan Pemkab Barito Utara dalam melakukan upaya untuk melestarikan dan revitalisasi Bahasa Daerah (Bahasa Dayak Bakumpai, Dayak Maanyan, Dayak Tewoyan dan Dayak Dusun Malang) yang diperjuangkan menjadi muatan lokal yang akan diajarkan disekolah-sekolah di Kabupaten Barito Utara.

Hal ini juga, berkat dukungan dan perhatian yang sangat besar dari pimpinan baik saat kepemimpinan Bupati H Nadalsyah (periode 2013-2023) yang dilanjutkan dengan Pj Bupati Barito Utara Drs Muhlis.

Diungkapkannya, Kabupaten Barito Utara salah satu dari 20 kepala daerah yang terpilih menerima piagam penghargaan tersebut pada puncak Hari Pendidikan Nasional yang akan dilaksanakan pada 2 Mei 2024 di Hotel Sultan Jakarta.

“Saya pribadi dan selaku Wakil Ketua DPRD Barito Utara tentunya ikut merasa bangga dan bersyukur atas apresiasi penilaian tersebut. Hal ini menandakan bahwa kesungguhan Kabupaten Barito utara dalam pelaksanaan program dan kegiatan membangun pendidikan sudah berjalan dengan baik,” kata dia lagi.

Ia juga mengatakan, hal yang lebih penting lagi adalah melalui penghargaan tersebut akan menjadi penyemangat bagi Dinas Pendidikan Barito Utara untuk lebih giat lagi dalam menjalankan program untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Barito Utara.

“Dan terlebih lagi dalam upaya kita untuk melestarikan bahasa daerah yang menjadi khazanah budaya yang memiliki nilai yang sangat tinggi tidak sampai punah akibat tidak ada penuturnya lagi dimasa depan,” pungkasnya.(Theo/LK1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here