Ketua DPRD Barito Utara, Hj Mery Rukaini bersama Pj Bupati Barito Utara, Drs Muhlis menghadiri penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2023 dan Ikhtisar Hasil Semester II tahun 2023 di Jakarta Convention Center, Senin 8 Juli 2024 lalu.(foto: Theo)

LINTASKABAR24, Muara Teweh – Ketua DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj Mery Rukaini bersama Pj Bupati Barito Utara, Drs Muhlis menghadiri penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2023 dan Ikhtisar Hasil Semester II tahun 2023 di Jakarta Convention Center, Senin 8 Juli 2024 lalu.

Ketua DPRD Barito Utara Hj Mery Rukaini, Sabtu 13 Juli 2024 menyampaikan, momentum ini merupakan kegiatan untuk menyamakan persepsi kepada seluruh kepala daerah khususnya dalam pelaksanaan anggaran.

“Alhamdulillah, Pemkab Barito Utara bersama DPRD Barito Utara hingga saat ini terus melaksanakan program yang menyentuh masyarakat, seperti penyaluran bantuan sosial, pemberian jaminan sosial kepada masyarakat serta program-program lainya yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat di daerah setempat,” kata Hj Mery Rukaini.

Dijelaskan Hj Mery Rukaini, selain pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan Presiden tersebut, Pemkab Barito Utara juga telah berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 10 kali berturut-turut.

“Tentunya ini  akan menjadi motivasi bagi kita semua agar pengelolaan keuangan daerah kita akan lebih baik lagi kedepannya,” kata politisi usungan Partai Demokrat ini.

Sebelumnya, Presiden RI, Ir Joko Widodo menekankan kepada seluruh Kepala Daerah untuk bisa menggunakan APBD dengan sebaik-baiknya. “APBD ini merupakan uang rakyat, jadi kita harus pergunakan dengan sebaik-baiknya, mengedepankan program-program yang memprioritaskan kepada masyarakat dan tentunya berdampak kepada mereka,” kata Presiden Joko Widodo.

Presiden juga meminta kepada setiap daerah untuk terbuka dan transparan terkait pengelolaan keuangan. Karena untuk menjadikan Indonesia Emas tahun 2045, kita harus menguatkan pondasi keuangan Negara kita.(Theo/LK1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here