
LINTASKABAR24, Muara Teweh – Sebanyak 128 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dalam proses pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Barito Utara tahun 2026. Para peserta tersebut selanjutnya akan mengikuti rangkaian seleksi lanjutan yang berlangsung pada 1 hingga 6 April 2026.
Ketua Panitia Pembentukan Paskibraka Kabupaten Barito Utara tahun 2026, Drs Muhlis melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Barito Utara, Rayadi SM menyampaikan, apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir mengikuti tahapan seleksi.
“Izinkan saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. Kehadiran kalian adalah bukti nyata bahwa semangat cinta tanah air dan kebanggaan terhadap Merah Putih masih mengalir deras di dada generasi muda Barito Utara,” ujarnya saat pembukaan seleksi di Gedung Balai Antang, Rabu 1 April 2026.
Dari total 169 pendaftar, sebanyak 128 peserta dinyatakan memenuhi syarat, terdiri dari 71 putra dan 57 putri. Rayadi menilai tingginya jumlah peserta yang lolos menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme.
Menurutnya, Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera, melainkan simbol kehormatan bangsa dan representasi generasi muda terbaik Indonesia yang dipercaya mengemban tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Menjadi bagian dari Paskibraka adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Tidak hanya dituntut memiliki fisik yang prima dan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga integritas, wawasan kebangsaan, serta karakter yang tangguh,” tegasnya.
Ia menjelaskan, proses seleksi dirancang secara menyeluruh dan komprehensif oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Badan Kesbangpol. Tahapan seleksi meliputi parade dan kesehatan pada 1–2 April di Balai Antang, tes wawasan kebangsaan dan intelegensi umum (TWK dan TIU) pada 4 April, seleksi kepribadian di hari yang sama, kesamaptaan pada 5 April di Stadion Swakarya, serta seleksi peraturan baris-berbaris (PBB) pada 6 April di Tiara Batara.
Seluruh rangkaian seleksi mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kesehatan fisik, kemampuan intelektual, ketahanan fisik, hingga kematangan kepribadian peserta. Rayadi juga menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional, dengan melibatkan berbagai unsur, seperti perangkat daerah, TNI, dan Polri.
“Keberagaman unsur tim seleksi mencerminkan sinergi dalam membina generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan cinta tanah air,” katanya. Ia pun berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh, jujur, dan penuh semangat, serta menjadikan proses ini sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang.
“Kalian tidak sekadar mengikuti seleksi, tetapi sedang meniti jalan pengabdian kepada bangsa dan negara. Jadilah generasi yang kuat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan mulia secara moral,” pungkasnya.(Theo/LK1)




