
LINTASKABAR24, Muara Teweh – Seratus hari pertama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara menjadi tonggak awal pengabdian yang menitikberatkan pada kerja nyata, kedekatan dengan masyarakat, serta penguatan pelayanan publik hingga ke tingkat desa.
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin menegaskan, bahwa seratus hari bukan sekadar hitungan waktu, melainkan langkah awal yang penuh tanggung jawab dalam membangun daerah. Hal tersebut disampaikannya pada Senin 19 Januari 2026 di Muara Teweh.
“Seratus hari ini adalah permulaan yang jujur. Kepemimpinan tidak dimulai dari janji, tetapi dari kerja nyata, menyapa rakyat, mendengar suara mereka, dan merajut kembali harapan yang sempat terjeda,” ujar H Shalahuddin.
Ia menekankan bahwa pembangunan Barito Utara harus dimulai dari desa dan dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah berupaya menghadirkan layanan publik yang lebih dekat agar benar-benar dirasakan hingga ke pelosok.
“Layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan terus kami dorong agar pintu-pintu pengabdian terbuka lebih lebar. Pemerintah harus hadir sampai ke tiang desa,” tegas H Shalahuddin.
Dalam bidang infrastruktur, Bupati menyampaikan, peninjauan jalan penghubung dilakukan bukan hanya untuk melihat fisik pembangunan, tetapi untuk merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat. “Jalan penghubung dipandang sebagai urat nadi ekonomi sekaligus perekat persaudaraan antar wilayah,” ucap Shalahuddin.
Selain itu, penguatan birokrasi juga menjadi perhatian utama dengan mengedepankan kecermatan, kehati-hatian, serta transparansi sebagai amanah publik. “Kepercayaan rakyat adalah fondasi utama pembangunan. Karena itu, transparansi harus terus kita jaga,” katanya.
Perhatian terhadap sektor pendidikan turut menjadi prioritas, dengan sekitar 32.000 siswa di Barito Utara masuk dalam program unggulan Bupati dan Wakil Bupati sebagai wujud komitmen nyata membangun sumber daya manusia.
Menutup pernyataannya, H Shalahuddin menyadari bahwa capaian seratus hari belumlah sempurna, namun menjadi bukti bahwa arah kerja telah dimulai. “Barito Utara tidak dibangun oleh satu tangan, tetapi oleh kebersamaan pemimpin dan masyarakat. Seratus hari ini bukan akhir perjalanan, melainkan tanda bahwa kerja nyata telah dimulai dan pengabdian akan terus dilanjutkan,” pungkasnya.(Theo/LK1)




