
LINTASKABAR24, Muara Teweh – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Barito Utara tahun anggaran 2026 telah disepakati bersama oleh seluruh fraksi DPRD dan Pemerintah daerah.
Dengan itu, fraksi PKB DPRD Barito Utara mengharapkan anggaran perubahan fokus pada program kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“fraksi PKB menginginkan dan memastikan anggaran perubahan yang dipakai untuk program prioritas yang langsung dirasakan masyarakat, bukan kegiatan baru yang minim manfaat,” terang juru bicara fraksi PKB, H Parmana Setiawan.
Pergeseran anggaran dan penataan program prioritas pergeseran antar unit atau kegiatan melakukan penyesuaian pos anggaran (pergeseran antar organisasi, program atau jenis belanja) guna menutupi kegiatan yang kurang dana atau mempercepat program yang tertunda.
Selain itu, fraksi PKB berharap dalam pelaksanaan belanja pada perubahan APBD tahun anggaran 2026 terutama belanja modal dan pembangunan infrastruktur dipercepat pelaksanaannya, mengingat waktu pelaksanaan yang pendek.
“Juga perlu monitoring yang efektif dan efisien, sehingga serapan anggaran maksimal dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat,” kata Parmana.
Pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), fraksi PKB mendukung optimalisasi PAD. Namun peningkatan PAD harus dilakukan secara sehat dan berkeadilan. Jangan sampai masyarakat kecil menjadi pihak yang paling terbebani.
“Pemerintah daerah harus lebih serius melakukan pendataan potensi daerah, optimalisasi aset, memperbaiki sistem pelayanan, serta memanfaatkan digitalisasi dalam pengelolaan pendapatan daerah,” pungkasnya.(Theo/LK1)




