
LINTASKABAR24, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pengembangan fasilitas, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta pembenahan tata kelola rumah sakit daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Barito Utara, H Shalahuddin saat melaksanakan kunjungan kerja dan kaji tiru ke RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, Selasa 3 November 2026.
Kunjungan tersebut dilaksanakan bersama Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan, Sekretaris Daerah, Direktur RSUD Muara Teweh, Kepala Dinas Kesehatan, serta jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Barito Utara.
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin mengatakan, bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempelajari berbagai praktik baik, strategi, dan inovasi yang telah diterapkan RSUD Dr. Saiful Anwar dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Menurutnya, melalui konsep Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM), Pemerintah Kabupaten Barito Utara ingin memperoleh pengalaman yang dapat dijadikan referensi untuk pengembangan RSUD Muara Teweh.
“Kami datang ke sini untuk belajar, mengamati, dan mempelajari berbagai praktik baik yang telah diterapkan RSUD Dr. Saiful Anwar. Harapannya, pengalaman dan pengetahuan yang kami peroleh dapat diadopsi serta dimodifikasi sesuai kebutuhan dan kondisi RSUD Kabupaten Barito Utara,” ujar H Shalahuddin.
Ia menjelaskan, saat ini RSUD Muara Teweh masih berada pada klasifikasi rumah sakit kelas C berdasarkan ketentuan sebelumnya. Seiring perkembangan regulasi dan penerapan standar klasifikasi rumah sakit berbasis kompetensi, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kemampuan pelayanan rumah sakit secara bertahap.
Bupati mengungkapkan bahwa dari 24 jenis layanan yang menjadi perhatian dalam pemenuhan kompetensi rumah sakit, masih terdapat sejumlah layanan di RSUD Muara Teweh yang perlu ditingkatkan.
Karena itu, ia berharap melalui kaji tiru tersebut jajaran RSUD Muara Teweh memperoleh gambaran mengenai strategi pemenuhan kompetensi, pengembangan layanan medis, serta peningkatan kualitas manajemen rumah sakit.
“Kalau sebelumnya kita mengenal peningkatan dari kelas C ke kelas B, maka ke depan kami berharap rumah sakit kita setidak-tidaknya dapat mencapai standar kompetensi tingkat madya dan selanjutnya meningkat ke tingkat utama. Tentu semuanya membutuhkan proses, kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan sistem pelayanan yang baik,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa pengembangan rumah sakit tidak dapat hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan tenaga kesehatan, kelengkapan layanan medis, serta sistem pengelolaan yang profesional.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Penunjang sekaligus Plt Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, dr. Widodo Budi Prasetyo, MMRS, menyambut baik kunjungan Bupati Barito Utara bersama jajaran RSUD Muara Teweh.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan kaji tiru merupakan momentum penting untuk berbagi pengalaman, bertukar informasi, serta mempelajari berbagai inovasi dalam pengelolaan pelayanan kesehatan.
“Kami menyambut baik dan mengucapkan selamat datang atas kunjungan Bupati Barito Utara beserta jajaran RSUD Muara Teweh. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengalaman, bertukar informasi, serta mempelajari inovasi dan sistem pengelolaan pelayanan kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap dr. Widodo.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut dapat terjalin silaturahmi dan kerja sama yang baik antardaerah, sekaligus menjadi langkah positif dalam mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pengembangan fasilitas, serta tata kelola rumah sakit yang semakin modern dan profesional.
Bupati Barito Utara berharap hasil pembelajaran dari RSUD Dr. Saiful Anwar dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan dan program kerja yang konkret oleh jajaran RSUD Muara Teweh.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat Barito Utara mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, profesional, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(Theo/LK1)




