Ket foto : Sekda Barito Utara Drs Muhlis didampingi Kadis Perhubungan Buana Pati, Kepala Bandara Endang Setiawan dan Kabag Pemerintahan Setda Bahrum Pordelin Girsang saat menerima kunjungan kerja Komisi III DPRD Kutai Barat di aula Setda lantai II, Selasa 10 Mei 2023.(foto:Theo)

LINTASKABAR24, Muara Teweh – Komisi III DPRD Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Barito Utara, Rabu 10 Mei 2023.

Kunjungan kerja ini dalam rangka kaji tiru terkait pengelolaan Bandara Baru Haji Muhammad Sidik, di Desa Hajak Kecamatan Teweh Baru.

Rombongan Komisi III DPRD Kutai Barat ini diketuai oleh Yono Rustanto Gamas bersama 9 orang anggotanya. Mereka diterima Sekda Kabupaten Barito Utara Drs Muhlis didampingi Kadis Perhubungan Buana Pati, Kepala Bandara HM Sidik Endang Setiawan dan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Barito Utara, Bahrum Pordelin Girsang.

“Kami ucapkan selamat datang di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan kepada rombongan kunjungan kerja DPRD Kutai Barat dan rombongan, semoga Kabupaten Barito Utara memiliki kesan yang baik di hati bapak ibu sekalian,” kata Muhlis.

Terkait kondisi Bandara HM Sidik, kata Sekda, saat ini sudah berjalan, dimana sebelumnya bandara HM Sidik diresmikan oleh Wakil Presiden RI. “Dan Alhamdulillah saat ini Bandara HM Sidik dapat beroperasi. Dan nanti Kepala Dinas Perhubungan bisa menjelaskan kronologis pembangunan bandara dari awal hingga saat ini,” kata Muhlis.

Dikatakan Sekda, kondisi bandara HM Sidik saat ini melonjak sangat signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang dilaksanakan tiga kali dalam seminggu penerbangan, dan pada tahun ini penerbangan Lion Air sudah melakukan penerbangan setiap hari.

Sementara, ketua rombongan Komisi III DPRD Kutai Barat, Yono Rustanto Gamas menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutannya yang diberikan Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

“Tujuan kami melakukan kunjungan kerja di Barito Utara ini adalah bertujuan untuk mengkaji terkait masalah penerbangan, karena kami dari DPRD Kutai Barat, saya termasuk tim percepatan pembangunan penerbangan di Kabupaten Kutai Barat,” kata Yono Rustanto Gamas.

Dikatakan Yono Rustanto Gamas, pihaknya melakukan studi banding terkait PKS awal, kemudian uang jaminan. “Apakah uang jaminan dan PKS itu ditandatangani antara Pemkab barito Utara dengan pihak penerbangan Lion Air atau apakah Pemkab melakukannya melalui pihak ketiga yang melakukan PKS dengan pihak Lion Air,” tanya dia.

“Ini salah satu tujuan kami untuk datang ke Kabupaten Barito Utara, karena di Kutai Barat kami juga mempunyai bandara. Akan tetapi bandara di Kutai barat tersebut adalah merupakan milik TNI AU yang bekerjasama dengan pihak Pemkab setempat. Dimana panjang runway sekitar 1300 meter dan saat ini dalam tahap pembangunan persiapan perpanjangan runway menjadi 1500 meter,” tambah Yono Rustanto Gamas.(Theo/LK1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here