LINTASKABAR24, Muara Teweh – Kembali beroperasinya penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, setelah lebih dari dua bulan terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mendapat apresiasi dari kalangan DPRD Kabupaten Barito Utara.
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H Taufik Nugraha, menyambut baik kembali normalnya aktivitas penerbangan tersebut. Menurutnya, transportasi udara memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, pelayanan pemerintahan, serta aktivitas perekonomian daerah.
H Taufik Nugraha mengatakan bahwa kembali beroperasinya penerbangan di Bandara HMS Muara Teweh merupakan kabar baik bagi masyarakat Barito Utara, khususnya warga yang selama ini harus menggunakan transportasi darat ketika hendak bepergian ke luar daerah.
“Kita tentu menyambut baik kembali beroperasinya penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh. Ini sangat membantu masyarakat karena transportasi udara dapat mempersingkat waktu perjalanan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keperluan ke luar daerah,” ujarnya, Selasa 3 November 2026.
Ia mengatakan, selama penerbangan terganggu akibat kabut asap, masyarakat harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang, baik menuju Palangka Raya maupun Banjarmasin. Perjalanan dari Muara Teweh menuju Palangka Raya dapat mencapai 7–8 jam, sedangkan menuju Banjarmasin membutuhkan waktu sekitar 9–11 jam. Kondisi tersebut tentunya cukup menyita waktu dan tenaga masyarakat.
Karena itu, ia berharap aktivitas penerbangan yang mulai kembali berjalan dapat terus dipertahankan dan pelayanan kepada penumpang semakin ditingkatkan. Menurutnya, keberadaan Bandara HMS Muara Teweh merupakan salah satu infrastruktur transportasi strategis yang mendukung keterhubungan Kabupaten Barito Utara dengan daerah lain.
“Kami berharap kedepan jadwal penerbangan dapat berjalan semakin konsisten, sehingga masyarakat memiliki kepastian dalam merencanakan perjalanan, baik untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, kesehatan maupun kegiatan ekonomi,” katanya.
H Taufik Nugraha juga berharap koordinasi antara pihak pengelola bandara, maskapai penerbangan, dan instansi terkait terus ditingkatkan, terutama dalam mengantisipasi gangguan penerbangan akibat kondisi cuaca maupun faktor operasional lainnya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan dan penanganan karhutla juga harus menjadi perhatian bersama. Sebab, dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas transportasi serta kehidupan masyarakat.
“Ke depan, kita berharap kejadian kabut asap yang sampai mengganggu aktivitas penerbangan seperti sebelumnya tidak terulang kembali. Penanganan dan pencegahan karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Dengan kembali beroperasinya penerbangan di Bandara HMS Muara Teweh, diharapkan konektivitas wilayah Kabupaten Barito Utara semakin baik dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Theo/LK1)





