Ket foto : Jembatan Gantung Akhmad Gunadi di Desa Sabuh, Kecamatan Teweh Baru.(foto: LK1)

Lintaskabar24, Muara Teweh –Bupati Barito Utara, H Nadalsyah meresmikan jembatan gantung yang melintasi Sungai Teweh (anak Sungai Barito) pada Rabu 4 Januari 2023 di Desa Sabuh, Kecamatan Teweh Baru. Jembatan gantung yang diresmikan tersebut diberi nama Akhmad Gunadi (AG).

“Saya berpesan kepada kita semua dan warga masyarakat yang hadir disini, untuk bersama-sama menjaga fasilitas Jembatan Gantung Akhmad Gunadi ini. Jaga dan rawat fasilitas jembatan ini untuk kemajuan Kabupaten Barito Utara “Bumi Iya Mulik Bengkang Turan” yang kita cintai dan banggakan ini,” kata H Nadalsyah, Jumat 6 Januari 2023.

Nadalsyah juga mengatakan bahwa Visi dan Misi Kabupaten Barito Utara tahun 2018–2023 dan telah ditetapkan pula empat prioritas pembangunan daerah Kabupaten Barito Utara, yang mana diantaranya adalah pembangunan infrastruktur.

Akan tetapi, kata bupati yang akrab disapa H Koyem ini, memasuki tahun 2020 kita semua terkena musibah pandemi Covid-19, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semua mengalami refocusing anggaran untuk pemulihan kondisi kesehatan masyarakat dan percepatan vaksinasi Covid-19.

Sehingga, kata H Koyem, pemerintah daerah sangatlah terbatas dalam menyelesaikan prioritas yang telah ditetapkan tersebut. Oleh karena itu peran pihak ketiga/perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Barito Utara yang telah memberikan CSR nya yakni Mitra Barito untuk pembangunan jembatan gantung ini.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, saya mengucapkan terima kasih kepada komisaris utama Mitra Barito yang telah memberikan sumbangsihnya dalam  pembangunan jembatan gantung Akhmad Gunadi Desa Sabuh Kecamatan Teweh Baru ini.  Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyelesaian pembangunan jembatan ini,” kata bupati.

Bupati juga berharap, jembatan gantung Akhmad Gunadi ini nantinya mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat, serta memangkas jarak ke desa sabuh tidak lagi melalui KM 27 Desa Sikui, tetapi melalui jalan Malawaken-Benangin.

Kepala Dinas PUPR Barito Utara M Iman Topik mengayakan pekerjaan jembatan gantung Desa Sabuh ini dilaksanakan dengan sumber dana 100 persen dari bapak Bupati Barito Utara. Dibangun mulai tahun 2018 yaitu pekerjaan pemancangan dan pekerjaan beton struktur end block,” kata Kadis PUPR M Iman Topik.

“Pekerjaan jembatan gantung ini dilaksanakan secara bertahap dan selesai pada tahun 2022. Dari mulai pelaksanaan sampai selesai pembangunan jembatan ini memerlukan dana kurang lebih Rp 7 miliar,” kata Kadis PUPR.

Topik juga menjelaskan, jembatan gantung Desa Sabuh ini dengan lebar 2,5 meter merupakan jembatan type pedestrian untuk pejalan kaki/roda 2/roda 4 (khusus untuk mobil pick up dan ambulance).

“Dengan total panjang 115 meter terdiri bentang utama rangka baja 75 meter dan jembatan penghubung menuju Desa Sabuh 16 meter dan jembatan penghubung menuju Desa Sabuh sebeberang 24  meter,” kata dia.(LK1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here