Ket foto : Bupati Barito Utara H Nadalsyah bersama Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, Sekda, Unsur FKPD, kepala perangkat daerah, Camat se Barito Utara, agen gas elpiji 3 kg saat mengikuti rapat terkait mahalnya gas 3 kg di pasaran, di aula Setda lantai I, Selasa 18 April 2023.(foto: Theo)

LINTASKABAR24, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara kembali melaksanakan rapat terkait dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Liquefied Petroleum Gas (LPG) di tingkat pengecer. Rapat ini sudah dilakukan untuk yang kesekian kalinya.

Bupati Barito Utara, H Nadalsyah mengatakan sampai hari ini, Selasa 18 April 2023, kita masih mendapatkan laporan-laporan dari masyarakat baik di tingkat desa, kelurahan, kecamatan bahkan di didalam Kota Muara Teweh terkait dengan harga yang cukup tingginya pada elpiji 3 kilogram di pasaran.

“Harga elpiji yang tidak sesuai dengan standar HET yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara sesuai dengan Perbup Tahun 2021. Selisih harga sangat signifikan. Di Kota Muara Teweh pun pernah mencapai harga Rp 35.000, hingga Rp 40.000 per tabung elpiji, apalagi di desa seperti di Montallat bisa mencapai Rp 50.000 – Rp 60.000,” kata Nadalsyah, Selasa 18 April 2023.

Hal ini, kata Bupati, bukan alasan karena kenaikan bahan bakar pertalite ataupun kenaikan solar. “Saya rasa tidak ada alasan itu, karena kenaikannya memang betul-betul sudah tidak masuk di akal,” tegasnya.

Seandainya, kata bupati yang akrab disapa H Koyem ini, ada kenaikan seribu atau dua ribu perak saja di luar daerah Kota Muara Teweh mungkin sah-sah saja dengan ada perubahan harga BBM untuk pendistribusian LPG.

Tapi ucap Koyem ini sudah melampaui batas ketentuan yang diberikan oleh pemerintah. “Kemarin saat operasi pasar, banyak keluhan-keluhan yang disampaikan masyarakat saat meninjau operasi pasar khususnya pada tabung elpiji 3 kg,” imbuhnya.

Nadalsyah juga berharap jangan pada operasi pasar ini, bukan hanya ada pada bulan Suci Ramadhan operasi pasar ini. “Karena standart HET sudah ditentukan oleh pemerintah. Tolong hargai keputusan dari pemerintah daerah kabupaten Barito Utara,” kata H Koyem.

Lebih lanjut Koyem, jangan hanya semau mereka saja untuk menentukan harga gas elpiji 3 kg ini. Karena dari pemerintah pusat sudah menyarankan ke pemerintah provinsi bahkan ke pemerintah kabupaten bagaimana caranya untuk mengatasi inflasi yang ada di daerah masing-masing,” kata dia.

Nadalsyah menambahkan, saat peninjauan ke Pasar Pendopo untuk pengecekan harga baik sebelum Ramadhan maupun mengakhiri ramadhan ini semuanya stabil. “Alhamdulillah harga bahan pokok relative normal dan stabil tidak ada kenaikan,” pungkasnya.(Theo/LK1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here