
Lintaskabar24, Muara Teweh – Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Drs Muhlis mengatakan Kabupaten Barito Utara ini dengan kondisi yang terbatas, namun Pemkab tetap memenuhi apa yang diminta oleh pemerintah pusat.
“Seperti menyiapkan anggaran untuk menghadapi inflasi dan sebagainya sebesar 2 persen. Dari anggaran perubahan tahun 2022 sudah dianggarkan sedemikian rupa yang ada pada pertanian, Dinas Perikanan dan ketahanan pangan, Disperindag, Dinas Sosial PMD dan Dinas Perhubungan,” kata Muhlis.
Dikatakannya, dari pelaksanaan sampai akhir 2022, ternyata ada satu perangkat daerah yang sulit direalisasikan yaitu Dinas Perhubungan. Kenapa ? Karena ternyata untuk mensubsidi pelaku angkutan ini tidak mudah.
“Tujuannya sangat bagus sebenarnya, artinya masyarakat itu akan tetap menerima menikmati tarif angkutan itu yang lebih murah dan bersubsidi, namun mereka sangat hati-hati juga dalam menerapkan itu. Dan kalau tidak salah kemarin dianggarkan sebesar Rp 500 juta dan tidak terserap,” kata Sekda Muhlis.
Hal itu, kata Muhlis, artinya tidak ada transportasi yang tersubsidi dari anggaran. Namun demikian tidak ada keluhan yang tinggi dari para pelaku atau masyarakat yang melakukan perjalanan yang keluar maupun ke dalam kota Kabupaten Barito Utara baik itu di angkutan travel maupun angkutan lainnya. “Tidak ada keluhan-keluhan dari para penumpang yang akan melakukan perjalanan
Sekda juga mengatakan, bahwa inflasi di wilayah Kabupaten Barito Utara ini relatif bisa terkendali, artinya bahwa di beberapa komoditi itu malah ada kecenderungan dari hari ke hari malah ada menurun di hari-hari tertentu.
“Hanya ada beberapa yang agak meningkat yaitu telur dan daging ayam, hal itu menunjukan bahwa ketergantungan terhadap suplai dari luar cukup banyak, sementara penyediaan dalam daerah kita masih belum optimal, oleh karena itu program-program tersebut terus kita tuntaskan,” kata Muhlis.(Theo/LK1)




