
LINTASKABAR24, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar rapat koordinasi terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas Elpiji 3 Kg yang belakangan ini terjadi di wilayah Kabupaten Barito Utara. Rapat berlangsung di Aula Setda Lantai I, Selasa 13 Januari 2026.
Dalam arahannya, Bupati Barito Utara, H Shalahuddin menegaskan bahwa rapat ini digelar sebagai respons atas kondisi khusus tata kelola BBM dan LPG yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Dari berbagai laporan yang masuk, disinyalir terjadi antrian panjang, kelangkaan BBM, serta penjualan diatas harga ketentuan pemerintah. Oleh karena itu, kita berkumpul hari ini untuk mencari solusi secepat mungkin,” tegas H Shalahuddin.
Bupati juga menekankan pentingnya langkah konkret dan koordinasi lintas sektor agar persoalan kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg tidak terus berulang dan menjadi polemik di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa kelangkaan BBM di daerah ini sudah sering terjadi dan menjadi perhatian publik, terutama di media sosial. “Jika kita melihat di media sosial, hampir setiap satu hingga tiga bulan sekali selalu terjadi antrian panjang di SPBU. Bahkan ada laporan bahwa SPBU hanya buka satu hingga dua jam karena BBM cepat habis,” ujar Muhlis.
Dalam rapat tersebut Bupati juga mengusulkan adanya pengaturan khusus bagi kendaraan dinas berplat merah agar tidak menambah panjang antrian di SPBU.
“Kendaraan plat merah perlu dijadwalkan khusus, misalnya pada jam tertentu sore atau malam hari. Pengaturan ini harus diumumkan secara terbuka agar dipahami oleh semua pihak,” tambahnya.
Selain itu, Bupati mengusulkan pembentukan grup koordinasi khusus penanganan kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg guna memantau kondisi di lapangan secara harian. “Ketika terjadi antrian panjang, biasanya langsung viral di media sosial. Dengan koordinasi yang baik, pemerintah daerah dapat menunjukkan langkah nyata dalam penanganannya,” pungkasnya.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan laporan singkat dari Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Kasatpol PP terkait kondisi lapangan dan langkah pengawasan yang telah dilakukan.(Theo/LK1)




