ket foto : Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Eveready Noor didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Inriaty Karawaheni saat menanam pohon pada kegiatan ompost Day Kompos Satu Negeri di TPA sampah KM 13 Muara Teweh - Puruk Cahu, Minggu 27 Februari 2023.(foto: Theo)

LINTASKABAR24, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara mendukung gerakan nasional Compost Day Kompos Satu Negeri guna mencapai target Zero Waste Zero Emission dari subsektor sampah.

Sudah sepatutnya pengelolaan sampah organik yang baik dan benar menjadi determinan. Hal ini diperlukan aksi nyata pengelolaan sampah organik yang lebih massive dengan melibatkan seluruh masyarakat.

Kegiatan Compost Day merupakan gerakan yang mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan aktivitas mengolah sampah organik rumah tangga secara serentak dan mengolahnya menjadi kompos.  Untuk di Barito Utara kegiatan dilaksanakan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah KM 13 Muara Teweh- Puruk Cahu, Minggu 27 Februari 2023.

Kadis Lingkungan Hidup Barito Utara,  Inriaty Karawaheni menyampaikan alasan dilaksanakan gerakan compost day-kompos satu negeri dan penanaman di TPA adalah agar gerakan ini merupakan titik awal untuk kita semua pentingnya mengelola sampah yang dihasilkan untuk mengurangi timbulnya sampah dan adanya keterbatasan area TPA.

Diharapkan agar kita semua untuk mulai melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik,organik dengan cara pengomposan serta anorganik dengan cara dipilih dikumpulkan dan diserahkan ke bank sampah.

“Penanaman di TPA dengan tujuan revitalisasi lahan bekas tumpukan sampah dan mengurangi bau serta menyaring gas-gas buang dari TPA,” terangnya.

Sementara, Bupati Barito Utara H.Nadalsyah dalam sambutanya yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Eveready Noor menyampaikan salah satu upaya mengurangi timbulan sampah Food Waste sampah dari makanan yang bisa menyumbang gas metana cukup besar ke atmosfer adalah mengolah sampah menjadi kompos.

“Sudah saatnya kita memandang sampah punya nilai ekonomi,nilai guna dan manfaat sehingga tidak layak dibuang percuma. Pelaksanaan komposting,bank sampah dan gerakan 3R adalah langkah nyata kita membumikan perubahan paradigma pengelolaan sampah,” ucapnya.

Keberhasilan didalam pengelolaan sampah, kata dia,  tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Untuk itu saya mengharapkan agar kita semua ikut berkontribusi aktif di dalam pengelolaan sampah dengan berbasis 3R (Reduce,Reuse,Recycle) melalui pengomposan/composting dan bank-bank sampah,” jelas Eveready Noor.

Diwaktu yang sama juga dilaksanakan praktek pengolahan kompos dan penanaman pohon dilingkungan TPA bekas tempat penumpukan sampah.(Theo/LK1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here