Ket foto : RDP tentang perbatasan produksi PT Adaro Indonesia di gedung DPRD Balangan, Senin 30 Januari 2023.(foto: MG1)

LINTASKABAR24, Balangan – DPRD Kabupaten Balangan mengundang manajemen PT Adaro Indonesia  dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRD Balangan, Senin 30 Januari 2023.

Pemanggilan manajemen PT Adaro Indonesia ini guna memperjelas data perbatasan dan hasil produksi yang diperoleh pihak perusahaan di wilayah Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Balangan, H Rusdi mengatakan, selama ini untuk area yang berada di perbatasan antara Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong tidak jelas titik penambangan dan hasil produksi yang didapatkan.

“Itu sebabnya kami meminta data real sesuai dengan kondisi di lapangan hasil produksi yang didapat tiap kabupaten,” ujarnya.

DPRD Balangan, kata dia,  meminta data lokasi perbatasan dan hasil produksi secara jelas tiap kabupaten, juga berkaitan dengan dana bagi hasil yang nantinya akan diserahkan kepada pemerintah daerah yang dihitung berdasarkan jumlah hasil produksi.

Jika wilayah pertambangan di Kabupaten Balangan lebih luas dan hasil produksinya juga lebih banyak, maka bagi hasil tidak bisa diberikan dengan jumlah yang sama dengan kabupaten lain. “Hal ini perlu diperjelas dan bisa digunakan untuk beberapa tahun mendatang karena potensi penambangan di area Kabupaten Balangan masih sangat besar,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua I  DPRD Balangan, M Ifdali mengatakan akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan kembali melakukan upaya agar hasil produksi yang didapat dari area Kabupaten Balangan dan Tabalong menjadi lebih jelas.

Pasalnya, kata dia, selama ini area perbatasan antara Kabupaten Balangan dan Tabalong  yang menjadi penyumbang produksi terbesar. Sedangkan untuk hasil produksinya tidak dinyatakan dengan jelas setiap kabupaten.

Wahyudi yang mewakili PT Adaro Indonesia mengungkapkan untuk data wilayah konsesi atau lahan yang telah diberi izin dan pit atau wilayah yang menjadi area produksi bisa diakses secara terbuka dan telah dilaporkan ke bagian ESDM.

“ Produksi batu bara saat ini tidak menentu maka dari itu kami belum bisa memberikan data aktual produksi,” ujarnya saat diminta keterangan.

Dalam rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua  DPRD Balangan, Ahsani Fauzan ini masih belum menemukan titik terang mengenai data hasil produksi per kabupaten dan akan dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya.(MG1/LK1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here