
LINTASKABAR24, Muara Teweh – Salah satu sekolah penggerak di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara melaksanakan kegiatan gelar karya dan pentas seni di desa setempat, Kamis 16 Maret 2023.
“Terima kasih kepada SDN 1 Trahean dan jajaran yang sudah mempersiapkan diri serta menerjunkan diri untuk sekolah penggerak. Kami berharap ini bisa untuk menjadi contoh bagi sekolah-sekolah non penggerak yang lain. Mari bersama-sama maju dengan sekolah penggerak yang ada di Kabupaten Barito Utara,” kata Kepala Dinas Pendidikan barito Utara, H Ardian.
Dilihat dari perkembangannya kata Ardian sekolah penggerak melalui komunitas grup yang ada, kami sangat mengacung jempol apa yang sudah diberikan. Seperti yang baru kita lihat pada pentas seni ini, bahwa ini menandakan mereka benar-benar sudah mempersiapkan diri untuk menjadi sekolah penggerak.
Kadis Pendidikan ini juga meminta kepada para pendidik untuk dapat menggali bakat, potensi siswa-siswi yang ada di Kecamatan Teweh Selatan. “Galilah potensi mereka, apa yang mereka inginkan, didiklah mereka untuk menjadi orang-orang hebat kedepannya,” ungkapnya.
Sementara Kepala Sekolah SDN 1 Trahean, Suyut Spd mengatakan dari tahun sebelumnya sudah disampaikan dan mensosialisasikan kepada pihak orang tua wali murid yang telah mendukung demi mewujudkan program sekolah penggerak.
Dikatakannya dengan program yang telah dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, SDN 1 Trahean berupaya sekeras mungkin untuk melaksanakan program-program sekolah penggerak.
“Adapun intervensi itu tersebut yaitu, adanya pendampingan yang konsultatif dan asimetris, penguatan SDM sekolah dan pembelajaran paradigma baru dengan perencanaan berbasis data dan digitalisasi sekolah,” ucap Suyut.
Ia mengungkapkan, walaupun program tersebut dilaksanakan belum maksimal, akan tetapi berkat dukungan orang tua wali murid hal ini bisa terlaksana dengan baik. Selain itu dalam rangka pemulihan pembelajaran dan pendidikan di Indonesia, Kemendikbud Ristek meluncurkan merdeka belajar, episode ke 15, Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Platform Merdeka Mengajar (PMM).
“Hal ini bisa dimanfaatkan oleh tenaga pengajar yang belum melaksanakan IKM nantinya bisa berkolaborasi dengan sekolah penggerak. Oleh karena itu sekolah- sekolah terdekat di SDN 1 Trahean, terutama di Kecamatan Teweh Selatan dapat nantinya bisa bekerja sama. Seperti apa kurikulum merdeka dan seperti apa PMM yang telah diluncurkan oleh Kemendikbud Ristek,” ucapnya.
Suyut menambahkan, program-program yang telah diluncurkan Kemendikbud Ristek diantaranya episode 7, episode 15 dan episode 19 erat kaitannya dengan sekolah penggerak dan guru-guru penggerak. “Untuk itu, saat inilah untuk kita berubah dan mengajak bapak dan ibu guru, mari kita menyesuaikan diri dengan kurikulum merdeka yang ada,” tukasnya.(Theo/LK1)




