LINTASKABAR24, Barito Utara – Yayasan Bina Harati Pama (YBHP) bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (FKIP UPR) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap peserta Program Guru Muda. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program magang mahasiswa FKIP UPR yang ditempatkan di sekolah binaan YBHP di Kabupaten Kapuas dan Barito Utara selama satu semester.

Sebanyak 15 Guru Muda Angkatan 5 yang tersebar di 13 sekolah binaan YBHP jenjang SD, SMP, dan SMA mengikuti proses evaluasi ini. Monitoring dilakukan secara langsung di masing-masing sekolah, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pembelajaran di lapangan.

Kegiatan Monev bertujuan untuk memastikan bahwa para Guru Muda menjalankan perannya secara optimal, khususnya dalam aspek kompetensi pedagogik dan manajemen kelas. Selain itu, evaluasi juga mencakup kesiapan perangkat pembelajaran seperti modul ajar dan media ajar, yang menjadi indikator penting dalam mendukung proses belajar mengajar yang efektif.

Dalam pelaksanaannya, para Guru Muda melakukan praktik mengajar di kelas yang disupervisi langsung oleh dosen FKIP UPR. Setelah sesi pembelajaran, dilakukan diskusi dan tanya jawab sebagai ruang refleksi bersama antara mahasiswa, dosen, dan perwakilan sekolah untuk memberikan umpan balik konstruktif.

Wakil Dekan I FKIP UPR, Eli Karliani, menyampaikan bahwa Program Guru Muda merupakan wujud nyata kolaborasi triple helix antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah 3T seperti Kabupaten Kapuas dan Barito Utara.

“Program Guru Muda sangat mendukung bagaimana kampus, industri, dan pemerintah hadir bersama untuk memberikan dampak nyata kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah dengan berbagai keterbatasan. Kehadiran YBHP melalui sekolah binaannya menjadi bukti kontribusi industri dalam mendukung keberlangsungan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan hasil observasi di lapangan, masih terdapat sekolah yang belum secara optimal mendapatkan pendampingan atau monitoring dari pihak terkait. Dalam konteks tersebut, kemitraan antara YBHP dan FKIP UPR menjadi solusi strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan capaian indikator kinerja sekolah.

Dari sisi pengembangan mahasiswa, program ini dinilai memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga. Para Guru Muda tidak hanya mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menghadapi langsung dinamika pembelajaran di lapangan, mulai dari pengelolaan kelas, interaksi dengan siswa dan guru, hingga adaptasi terhadap keterbatasan sarana dan prasarana.

“Pengalaman ini membentuk calon guru yang lebih siap, tidak hanya dari sisi kompetensi pedagogik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan menghadirkan inovasi dalam pembelajaran,” tambah Eli.

Dampak positif program ini juga dirasakan langsung oleh sekolah binaan. Edianto, Guru SDN 3 Lemo I, menyampaikan bahwa kehadiran Guru Muda membawa perspektif baru dalam proses pembelajaran.

“Program Guru Muda sangat baik karena menghadirkan ide-ide baru, seperti implementasi pembelajaran berfase untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Selain itu, program ini juga memperkuat kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi industri, Yogie Astra Satriya, Kepala Bidang Operasional YBHP, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan dalam pilar pendidikan.

“Program Guru Muda menjadi media bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di lapangan sebagai bagian dari pengembangan calon guru masa depan. Di sisi lain, program ini juga membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah binaan YBHP. Ke depan, kami berharap program ini dapat terus berkesinambungan dan selaras dengan strategi pengembangan CSR di pilar pendidikan,” jelasnya.

Melalui Program Guru Muda, YBHP dan FKIP UPR menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat antara industri dan perguruan tinggi dapat menjadi solusi konkret dalam menjawab tantangan pendidikan di daerah. Tidak hanya memperkuat kapasitas sekolah, tetapi juga mempersiapkan generasi pendidik yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi kebutuhan nyata di lapangan.

Tentang Yayasan Bina Harati Pama

Yayasan Bina Harati Pama merupakan lembaga yang berfokus pada pengembangan pendidikan di wilayah binaan dengan menghadirkan program-program yang berkelanjutan dan berdampak. Dalam menjalankan program-programnya, yayasan ini berada di bawah naungan sejumlah entitas, yaitu PT Pamapersada Nusantara, PT Asmin Bara Bronang, PT Telen Orbit Prima, PT Agung Bara Prima, PT Suprabari Mapanindo Mineral, PT Kalimantan Prima Persada, PT United Tractors, serta PT Energia Prima Nusantara.(Theo/LK1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here