LINTASKABAR24, Balangan – Legislator DPRD Balangan, Hafis Ansyari menyoroti dan menilai pengelolaan sampah di daerah ini belum tertata secara maksimal, karena mestinya ada pencerahan lebih baik lagi tentang pemisahan sampah organik dan anorganik.
“Kita cukup mengapresiasi bahwa di daerah kita setiap desa memiliki bak penampungan sampah dan juga memiliki mobil pengangkut sampah, hal ini tentunya cukup membanggakan karena tidak semua desa di Indonesia memiliki mobil sampah,” ujar Hafis.
Tentunya, kata dia, dengan demikian maka kebersihan menjadi prioritas, dan tinggal pengelolaan nya saja lagi yang perlu diperhatikan.
Selain itu, pengangkutan sampah jika tidak dikelola dengan maksimal di tingkat desa maka Tempat Penampungan Akhir (TPA) akan cepat penuh.
“Kita akan segera menyampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan agar mendorong desa membuat tempat penampungan sampah yang dibedakan jenisnya, yakni sampah organik yang masih bisa dijadikan kompos atau pupuk dan sampah plastik yang bisa di daur ulang bernilai ekonomis,” terang politisi dari PKS ini.
Jadi jika sudah diatur dari desa, maka diharapkan sampah-sampah tidak lagi terlalu banyak menumpuk di TPA. “Dan desa juga bisa mendapatkan income dari sampah yang masih bernilai ekonomis tersebut,” tambah anggota dewan yang duduk di Komisi III DPRD Balangan ini.(MG1/LK1)





