Sekretaris Dinas Kesehatan Barito Utara, Zero Sota Rosadi didampingi Kepala Kantor Kemenhaj Barito Utara, H Alpiansyah foto bersama dengan jamaah calon haji Barito Utara usai pembukaan sosialisasi pembinaan dan pemeriksaan kesehatan haji di Bappedarida, Kamis 3 September 2026.(foto: Theo)

LINTASKABAR24, Muara Teweh – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara melaksanakan pertemuan sosialisasi pembinaan dan pemeriksaan kesehatan bagi jamaah calon haji Kabupaten Barito Utara estimasi keberangkatan tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bappedarida Kabupaten Barito Utara, Kamis 3 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara Simamoraturahman melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Zero Sota Rosadi menyampaikan, pelayanan kesehatan haji merupakan rangkaian pelayanan yang dilakukan secara berkesinambungan dan komprehensif.

“Pelayanan kesehatan haji merupakan rangkaian penyelenggaraan kesehatan yang bersifat kontinu dan komprehensif, melalui pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta pembinaan kesehatan terhadap jamaah haji sesuai standar,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan kesehatan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan calon jamaah haji, mengingat ibadah haji merupakan ibadah fisik yang membutuhkan kondisi jasmani dan rohani yang baik.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, para calon jemaah haji diharapkan memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak tahap awal hingga menjelang keberangkatan. Pemeriksaan kesehatan tidak hanya dipandang sebagai persyaratan administratif, tetapi menjadi upaya untuk memastikan jamaah mampu menjalankan rangkaian ibadah dengan aman, lancar dan khusyuk.

Ia juga menjelaskan, konsep pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji untuk musim haji 1448 H mencakup pemeriksaan kesehatan yang lebih menyeluruh. Di antaranya pemeriksaan medical check-up (MCU), kesehatan mental, kesehatan kognitif, serta penilaian tingkat kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan pada masa embarkasi dan debarkasi sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan jamaah selama rangkaian perjalanan ibadah haji.

Zero mengatakan, melalui pembinaan dan pemeriksaan kesehatan secara dini, diharapkan faktor risiko kesehatan pada calon jamaah haji dapat diketahui lebih awal. “Dengan diketahuinya risiko penyakit lebih awal, maka penanganan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat dan jamaah memiliki waktu yang cukup untuk menjalani pengobatan maupun pembinaan kesehatan, sehingga nantinya dapat melaksanakan ibadah haji dengan lebih nyaman,” katanya.

Dinas Kesehatan Barito Utara juga mengapresiasi seluruh petugas dan pihak terkait yang terlibat dalam pengelolaan program kesehatan haji. Kerja sama lintas sektor dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan calon jamaah haji dapat berjalan secara maksimal.

Kegiatan sosialisasi tersebut kemudian secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara.(Theo/LK1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here