
LINTASKABAR24, Muara Teweh – Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kerukunan umat beragama, Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan Tahun 2025”.
FGD dipimpin langsung oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Barito Utara, Almubasyir yang dalam menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi antar lembaga dalam mendeteksi potensi konflik yang berlatar belakang keagamaan.
“Melalui FGD ini, kita ingin memperkuat peran para tokoh agama, kepala KUA, dan penyuluh dalam membaca potensi gesekan sosial sejak dini, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kerukunan adalah tanggung jawab kolektif,” ujar Almubasyir.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Barito Utara merupakan masyarakat yang majemuk dan religius, sehingga diperlukan pendekatan yang bijak dan penuh kehati-hatian dalam merespons dinamika sosial yang berkembang, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Penyuluh agama dan kepala KUA adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mereka harus dibekali dengan pemahaman komprehensif dan keterampilan sosial, agar mampu menjadi jembatan komunikasi antara umat dan negara,” lanjut Almubasyir.
Diskusi yang berlangsung secara terbuka dan interaktif ini menjadi ruang berbagi pengalaman serta strategi dalam menangani isu-isu keagamaan di tingkat akar rumput. Perwakilan dari MUI, NU, dan Muhammadiyah turut memberikan pandangan konstruktif mengenai pentingnya literasi keagamaan moderat, penguatan dialog antarumat, serta perlunya menjaga ruang publik dari provokasi berbasis sentimen keagamaan.
“FGD ini tidak hanya menjadi forum berbagi pandangan, tetapi juga langkah konkret dalam membangun sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi konflik keagamaan,” imbuh Almubasyir.
Ia menyampaikan bahwa hasil FGD ini akan disusun dalam bentuk rekomendasi strategis sebagai pedoman bersama bagi seluruh pemangku kepentingan keagamaan di Barito Utara.
“Kita berharap FGD ini menjadi titik awal penguatan peran tokoh agama dalam menjaga kedamaian, serta mempererat sinergi lintas sektor dalam menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan harmonis,” tutupnya.
Kegiatan ini merupakan komitmen nyata Kemenag Barito Utara dalam mendukung visi besar kerukunan umat beragama, sejalan dengan program nasional moderasi beragama dan penguatan nilai-nilai kebersamaan dalam membangun bangsa.(Theo/LK1)




