Manajemen PT SMM, Abdul Syukur.(foto: Theo)

LINTASKABAR24, Muara Teweh – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim kembali ditegaskan oleh PT Suprabari Mapanindo Mineral (PT SMM) dalam kegiatan sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) yang digelar di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Utara, Kamis 30 April 2026.

Perwakilan manajemen PT SMM, Abdul Syukur menyampaikan, ProKlim bukan sekadar program formal pemerintah, melainkan gerakan nyata berbasis masyarakat untuk menghadapi tantangan perubahan iklim melalui aksi adaptasi dan mitigasi yang terukur.

“Program Kampung Iklim adalah wujud nyata kolaborasi lintas sektor. Ini bukan hanya tentang administrasi, tetapi bagaimana masyarakat mampu membangun ketahanan dan mengubah pola hidup menjadi lebih ramah lingkungan,” ujar Abdul Syukur di hadapan para tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, PT SMM bersama PT Pamapersada Nusantara (PT PAMA) menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung implementasi ProKlim, khususnya di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah.

Upaya kolaboratif ini membuahkan hasil membanggakan. Desa Pendreh berhasil meraih predikat ProKlim Utama tingkat nasional dengan Trophy, sekaligus menjadi satu-satunya perwakilan dari Provinsi Kalimantan Tengah yang memperoleh penghargaan tersebut.

“Keberhasilan ini adalah bukti bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta mampu menghasilkan dampak luar biasa,” lanjut Abdul Syukur.

PT SMM sendiri telah menjalankan berbagai program berbasis lingkungan yang terbagi dalam beberapa pilar utama. Pada aspek pengendalian bencana, perusahaan mendukung pemeliharaan sumber air Bahak sebagai sumber air bersih utama desa, serta menyediakan papan himbauan terkait banjir, larangan pembalakan, dan jalur evakuasi.

Di bidang pengelolaan sampah, perusahaan turut memfasilitasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS), menyediakan sarana pemilahan di 20 titik, serta mendistribusikan bak sampah khusus botol anorganik. Inisiatif ini diperkuat dengan pemberian pipa biopori dan pengembangan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui kegiatan kreatif masyarakat seperti Pekan Kampung Iklim.

Pada sektor energi, PT SMM mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan melalui bantuan lampu jalan tenaga surya serta pengembangan biogas skala rumah tangga. Sementara itu, dalam upaya peningkatan tutupan vegetasi, program “Pendreh Green-Edu” berhasil melibatkan pelajar dalam penanaman ratusan bibit pohon, yang juga didukung kegiatan reklamasi oleh perusahaan lain di sekitar wilayah tambang.

Lebih lanjut, Abdul Syukur menekankan bahwa keberhasilan ProKlim tidak hanya ditentukan oleh bantuan fisik, melainkan oleh kesadaran kolektif masyarakat. “Semangat gotong royong adalah kunci. Ketika masyarakat bergerak bersama, desa yang tangguh terhadap perubahan iklim bukan lagi sekadar harapan,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, PT SMM berharap keberhasilan Desa Pendreh dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Barito Utara. Selain itu, pihaknya juga mengajak perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang hijau dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, manajemen PT SMM menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Dinas Lingkungan Hidup, serta seluruh masyarakat Desa Pendreh atas kerja sama dan dedikasi yang telah terjalin. “Semoga langkah kecil yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariyah bagi kelestarian bumi di masa depan,” pungkas Abdul Syukur.(Theo/LK1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here