
Lintaskabar24 , Muara Teweh – Stunting merupakan permasalahan serius yang memerlukan penanganan secara tepat dan menyeluruh karena dampak yang ditimbulkan akan sangat merugikan.
Bukan hanya pada masa depan anak itu sendiri namun juga akan berdampak pada keluarga serta bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelangsungan pembangunan bangsa dan negara dimasa yang akan datang.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau Disdalduk KBP3A Barito Utara menyelenggarakan diskusi panel dan manajemen audit kasus stunting di aula Dinas Kesehatan, Kamis 29 September 2022.
Asisten Sekda, Inriaty Karawaheni mengatakan stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada dibawah standar yang ditetapkan.
Dikatakannya, tujuan dilaksanakannya rapat audit kasus stunting adalah untuk mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran, mengetahui penyebab risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran sebagai upaya pencegahan dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa.
Kemudian menganalisis faktor risiko terjadinya stunting sebagai upaya pencegahan, penanganan kasus dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa serta memberikan rekomendasi penanganan kasus dan perbaikan tatalaksana kasus serta upaya pencegahan yang harus dilakukan.
Diungkapkannya, Pemkab Barito Utara mengharapkan agar angka prevalensi stunting di daerah ini dapat menurun dan kasus stunting di Barito Utara tidak ditemukan.
“Untuk itu, kami harapkan dengan adanya kegiatan rekonsiliasi stunting ini bapak dan ibu selaku anggota tim percepatan penurunan stunting dapat memahami secara jelas dan bekerja sama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Barito Utara,” kata Inriaty Karawaheni.
Mari, kata Inriaty, Karawaheni kita bersama-sama menjaga dan membangun wilayah kita Kabupaten Barito Utara agar terhindar dari adanya kasus stunting, sehingga sumber daya manusia (SDM) di daerah ini menjadi sehat dan unggul menuju Indonesia Emas tahun 2045, sesuai yang diharapkan kita bersama.
Kegiatan ini dibuka Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Ir Inriaty Karawaheni dan dihadiri yang mewakili Kepala BKKBN Provinsi Kalteng Noni Merdeka Sari, Kepala Perangkat Daerah, Camat Teweh Tengah, dan Lahei Barat, Kepala Puskesmas se Barito Utara dan undangan lainnya.(Dhani)




