
Lintaskabar24, Muara Teweh – Fraksi gabungan di DPRD Barito Utara yakni Amanat Rakyat Karya Sejahtera (ARKS) menekankan kepada pemerintah daerah agar relokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2023 nantinya harus menyasar pada peningkatan perekonomian masyarakat.
“Peningkatan perekonomian tersebut harus dari tingkatan paling bawah yang sempat mengalami keterpurukan akibat pandemic Covid-19 lalu serta yang masih berlangsung, bahkan ditambah lagi adanya inflasi akibat dampak dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini,” kata juru bicara fraksi ARKS, Hasrat di Muara Teweh.
Selain itu, tambah dia, pada APBD 2023 nantinya juga Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara ditekankan utnuk menyelesaikan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, sehingga pada akhir periode kepemimpinan tidak menyisakan persoalan yang menjadi tanggungan dalam RPJMD yang telah diprogramkan.
“Kami sangat berharap dari beberapa program alokasi anggaran 2023 nanti, ada upaya untuk penumbuhan rangsangan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, sebagai upaya menahan lajunya inflasi dari dampak kenaikan BBM.
Terkait dengan pendapatan dari sektor PAD dan transfer adanya pendapatan hasil, namun pada pendapatan daerah lain-lain yang sah tidak sama sekali hasil pendapatan.
“Maka kami mohon penjelasan, kenapa pendapatan sah dan lain-lain sampai nol atau tidak mendapatkan hasil,” ucap ketua fraksi ARKS ini.(LK1)




