LINTASKABAR24, Muara Teweh – Sekretaris Daerah Barito Utara, Drs Muhlis mengatakan intervensi keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) merupakan program Nasional. Dikarenakan anak-anak merupakan salah satu kelompok yang sangat penting untuk diperhatikan.
“Negara harus menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi agar mereka tumbuh menjadi generasi unggul. Kelompok anak yang produktif adalah anak sekolah. Kebiasaan konsumsi anak sekolah yang umum diketahui adalah jajanan pangan yang biasanya diperoleh dari kantin sekolah maupun pedagang sekitar sekolah,” kata Muhlis membacakan sambutan bupati pada kegiatan advokasi komitmen pemerintah daerah dan lintas Sektor dalam rangka implementasi 3 (tiga) Program Nasional Terpadu (Pangan Jajanan anak usia sekolah, desa pangan aman, dan pasar aman bebas berbasis komunitas) yang dilaksanakan di gedung Balai Antang, Rabu 22 Februari 2023.
Pasalnya, kata Sekda, program ini memerlukan keterlibatan lintas sektor baik pemerintah pusat, daerah maupun masyarakat pada umumnya agar terlaksana secara terintegrasi dan holistik.
Tujuan utamanya intervensi keamanan PJAS yaitu menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi anak usia sekolah serta memastikan anak usia sekolah khususnya, dan komunitas sekolah umumnya, memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku keamanan yang baik sehingga dapat melindungi dirinya dari pangan yang tidak aman dan membahayakan kesehatan.
Selain itu juga, jelasnya, desa pangan aman merupakan aksi Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa dalam menjamin kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan dan memperkuat ekonomi desa.
“Saya selaku kepala daerah menyambut baik pelaksanaan 3 program terpadu Nasional di Kabupaten Barito Utara dan sangat mengharapkan kepada yang hadir saat ini dan nantinya terlibat dalam pelaksanaan program bisa mendukung dan memberi fasilitas yang baik agar pelaksanaan terpadu bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” katanya.
Muhlis menambahkan, dengan hadirnya program BPOM khususnya Desa Pangan Aman, semoga ini mampu memberdayakan masyarakat khususnya usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dalam menciptakan kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terkhusus di Kabupaten Barito Utara.(Theo/LK1)





