
LINTASKABAR24, Muara Teweh – PT Bharinto Ekatama (BEK) pemegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara atau PKP2B di wilayah Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara melaksanakan kegiatan konsultasi publik dalam rangka penyusunan Rencana Program Pasca Tambang (RP2T) terutama dalam aspek Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Kabupaten Barito Utara.
Kepala Teknis Tambang (KTT) PT BEK, Prayono Suryadi mengatakan PT BEK merupakan salah satu perusahaan pertambangan batubara yang ada di wilayah Kabupaten Barito Utara, yang menjalankan operasi pertambangan dengan mengacu pada konsep praktik pertambangan yang baik dan bertanggung jawab atau Good Mining Practice (GMP), sebagaimana diatur oleh pemerintah melalui Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Sebagai perusahaan tambang yang berkomitmen untuk memenuhi segala peraturan perundangan dan hukum yang berlaku (Compliance), kami dari PT BEK memandang perlu untuk melakukan konsultasi publik guna meminta masukan dari seluruh pemangku kepentingan di daerah ini,” kata Suryadi, Rabu 15 Maret 2023.
Dikatakannya, rencana program PPM yang dibahas pada saat ini merupakan program unggulan pasca tambang yang dihasilkan dari analisis kondisi kewilayahan dan rencana pembangunan pemerintah daerah.
Menurutnya, dari hasil analisis tersebut didapat melalui konsultasi dengan dinas-dinas terkait dan peninjauan terhadap rencana pembangunan daerah maupun rencana tata ruang wilayah di lingkup kabupaten. Selain itu PT BEK juga melakukan pemetaan sosial guna menangkap potensi dan permasalahan serta kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.
“Rencana program PPM pasca tambang PT BEK di Kabupaten Barito Utara ini nantinya berfokus pada 3 klaster program, yaitu Benangin Lestari, UMKM Terpadu, dan Benangin Pintar. Klaster program Benangin Lestari memiliki tujuan untuk penguatan ketahanan pangan yang berorientasi kepada potensi wilayah,” kata dia.
Kemudian melalui klaster program UMKM Terpadu, PT BEK mengembangkan Umkm Terpadu dan memperkuat rantai pasok produk ekonomi kreatif masyarakat.
Sedangkan, kata Suryadi, pada klaster program Benangin Pintar, PT BEK berfokus pada peningkatan kapasitas SDM lokal khususnya pemuda-pemudi dan penduduk usia produktif melalui pengembangan model sekolah vokasi dan BEK Education Learning Center yang ditujukan sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat.
“Rencana program PPM pasca tambang BEK yang telah disusun dan dilaksanakan, diharapkan dapat mencapai kebaikan bersama baik untuk masyarakat, perusahaan, dan pemerintah daerah,” kata dia.
PT Bharinto Ekatama adalah anak usaha dari PT Indo Tambangraya Megah tbk (ITM), sebuah perusahaan indonesia di bidang energi yang berintikan inovasi, teknologi, inklusi dan keberlanjutan.
Dimanapun ITM beroperasi senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan nilai-nilai lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik. Saat ini ITM tengah bertransformasi dari menuju perusahaan energi yang menerapkan Strategi Greener and Smarter (makin hijau dan kian pintar).
Dikatakan Prayono Suryadi kaidah penambangan yang baik dan bertanggung jawab menjadi standar operasi di seluruh anak usaha ITM dan ditunjang dengan pengembangan energi terbarukan untuk mendukung operasi sendiri maupun potensi bisnis masa depan.
Selain itu dia menambahkan, transformasi digital dilakukan menuju data driven company. ITM mengedepankan inklusi dan kesempatan setara untuk karyawannya tanpa memandang sara dan gender serta mendukung kemajuan penyandang disabilitas. “Keberlanjutan di ITM diwujudkan dengan penerapan tujuh subjek inti iso 26000 dalam segala aspek operasinya,” pungkasnya.(Theo/LK1)




