
LINTASKABAR24, Muara Teweh – Polres Barito Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan sebagai langkah konkret mendukung program nasional swasembada pangan tahun 2026 di Aula Anggrawina Jagratara Polres Barito Utara, Senin 6 April 2026.
Rakor ini dipimpin langsung oleh Kapolres Barito Utara Singgih Febiyanto dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, perwakilan ATR/BPN, perbankan (Himbara), Perum Bulog, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta jajaran Polres Barito Utara.
Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya pada komoditas jagung, melalui perlindungan petani dari praktek tengkulak, peningkatan akses pembiayaan, penyerapan hasil panen oleh Bulog, hingga perluasan lahan pertanian.
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin melalui Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, Heri John Setiawan menyampaikan, ketahanan dan kemandirian pangan merupakan kebutuhan mendasar yang harus diwujudkan bersama.
“Jagung sebagai salah satu komoditas unggulan memiliki peran besar, baik sebagai bahan pangan maupun pakan ternak, yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara sangat mendukung penguatan ekosistem pertanian jagung, mulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, hingga penguatan akses pasar.
“Keberhasilan ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan para petani. Kita juga harus terus memperkuat melalui koordinasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kelembagaan petani,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto menegaskan, rakor ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen Polri dalam mengawal program strategis nasional.
“Ketahanan pangan, khususnya jagung, merupakan bagian penting dari keamanan nasional. Oleh karena itu, kami hadir untuk memastikan program ini berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan bibit dan alat tanam jagung kepada perwakilan petani. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen di Kabupaten Barito Utara.
Melalui rakor ini, diharapkan terbangun langkah-langkah konkret, terarah, dan berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus menjadikan Barito Utara sebagai salah satu daerah yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tahun 2026.(Theo/LK1)




