Ket foto : Para perangkat Desa di lima desa di wilayah Kecamatan Lahei dan Lahei Barat bersama Medco Energi Bangkanai Limited (Medco E&P) saat mengikuti studi banding peningkatan kapasitas perangkat desa di DI Yogjakarta.(foto:ist)

Lintaskabar24, Muara Teweh – Dalam rangka meningkatkan kapasitas perangkat desa di wilayah binaan Medco Energi Bangkanai Limited (Medco E&P), lima desa di Kecamatan Lahei dan Lahei Barat melaksanakan studi banding ke Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY).

Lima Desa di Kecamatan Lahei dan Lahei Barat yang mengikuti studi banding tersebut adalah Desa Haragandang, Desa Karendan, Desa Muara Pari, Desa Rahanden, dan Desa Luwe Hulu, yang diikuti sebanyak 20 perangkat desa.

Menurut VP Relations & Security Medco E&P, Arif Rinaldi mengatakan program peningkatan kapasitas perangkat desa ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan perangkat desa tentang Undang-Undang Desa, beserta konsekuensi pemenuhan prasyarat pelaksanaannya dalam membangun desa.

“Pada kegiatan ini, mereka juga melakukan berbagai kegiatan, mulai dari diskusi kelompok terfokus hingga studi banding pada 26-28 September 2022. Pada sesi praktek lapangan, mereka didampingi tim Medco Energi Bangkanai Limited E&P dengan mengunjungi Desa Ponggok, Kabupaten Klaten,” kata Arif Rinaldi.

Di Desa Ponggok tersebut para perangkat desa melihat tentang keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam perspektif Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2021 dan praktek tata kelola pemerintahan desa yang baik. Tim Public Affair Medco E&P juga terlibat dalam diskusi dan studi banding pada kegiatan ini.

Dikatakan Arif Rinaldi, kelima desa tersebut adalah Desa Haragandang, Karendan, Muara Pari, Rahanden, dan Luwe Hulu.

“Pada kegiatan ini, peserta juga dapat melakukan identifikasi potensi asset yang dimiliki berdasarkan kewenangan Ddesa yang bersifat hak asal usul dan kewenangan lokal berskala Desa guna membangun kemandirian desa,” ujar Arif Rinaldi.(dhani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here